Menambah Kapasitas Internal Storage Android dengan Link2SD

Berapa aplikasi yang terinstall di Android-mu? Berapa kapasitas penyimpanan internal yang tersedia? Jika kamu seperti saya, maka kapasitas penyimpanan berapapun mungkin tidak akan pernah cukup. Pasalnya, saya suka sekali mencoba apps baru. Hampir setiap minggu pasti ada apps baru yang saya coba install dari Play Store. Jika apps itu ukurannya sekitar 10MB maka kapasitas penyimpanan internal 16GB akan cepat sekali habis. Apalagi kalau install game yang totalnya bisa sampai 2GB.

Insufficient-Space-Downloading-Error-In-Play store

http://www.techhelper.in/2015/07/how-to-fix-insufficient-space.html

Tapi kan ada micro sd card eksternal sebagai extended storage? Memang, tetapi micro sd card (saya menghindari penyebutan โ€˜memoriโ€™, soalnya bisa ambigu dengan RAM) utamanya adalah untuk penyimpanan file dokumen, gambar, suara dan video. Ada juga fitur native (bawaan) dari Android, mungkin mulai dari Froyo (2.2+), yaitu Move App to SD. Fitur ini bisa diakses dari Setting > Application Manager > Select App > Move to SD Card (Langkah selengkapnya ikuti di tomsguide atau tabloidhp.net)

Fitur Move App to SD ini cukup bisa membantu untuk mengurangi ukuran instalasi, yang termasuk application data di memori internal. Tapi ini mungkin belum cukup, atau kamu mungkin menyadari kelemahan metode ini. Kalau aplikasi dipindah ke micro sd card eksternal dengan App to SD, maka kita tidak bisa memasang widget aplikasi tersebut. Ini memang ketidakadilan yang nyata, kawan ๐Ÿ˜€ Mengapa ada diskriminasi perlakuan antara sd card internal dengan eksternal?

Kalau kita mengikuti jajaran gadget Nexus besutan Google, maka kita bisa memperhatikan mereka selalu menawarkan penyimpanan sd card handset hanya internal (internal storage) tanpa menyediakan slot micro sd card eksternal. Saya menduga, selain untuk meniru simplicity dari iPhone, itu juga dikarenakan perbedaan manajemen akses terhadap sd card (baca: why nexus devices have no sd card). Removable sd card akan membuka resiko keamanan yang bisa di-inject dengan cara memasukkan sd card yang telah diisi malware. Mirip seperti memasukkan USB Flash disk berisi virus ke komputer. Maka untuk pencegahannya, perlakuan file system yang diakses dari internal lebih permisif karena penyimpanan itu sudah menjadi bagian dari operating system Android. Sedangkan kalau ada micro sd card eksternal yang dimasukkan, operating system harus waspada, jangan mudah mengeksekusi sesuatu dari situ karena bisa jadi itu malware script atau semacamnya.

Tapi jangan khawatir kawan, harapan itu masih ada ๐Ÿ˜€ Bersyukurlah karena Android lebih oprek-able daripada closed system OS sebelah yang harus di-JB dulu.

Kita bisa mencoba pakai Link2SD. Aplikasi ini tidak hanya memindahkan data aplikasi dengan metode App to SD, tapi lebih jauh lagi, yaitu dengan membuat semacam symbolic link aplikasi yang terinstall di internal storage ke external storage. Persiapannya cukup ribet, yaitu harus menyiapkan partisi kedua di sd card eksternal, dan tentunya android harus sudah di-root. Fitur utama Link2SD tidak akan berfungsi tanpa root. Tapi keribetan itu bisa terbayar dengan akhirnya kita bisa menginstal lebih banyak aplikasi, dan mendayagunakan sd card eksternal (yang beberapa device bisa support sampai 128GB) dengan lebih optimal. Link2SD adalah aplikasi freemium, fitur untuk membuat link internal data dan obb files (file instalasi game android) tersedia setelah kita membeli license key premium-nya. Fitur untuk memindah file apk, dex, dan lib tersedia di versi gratisnya. Selamat mencoba!

Screenshot_2016-02-26-14-51-43_com.buak.Link2SDScreenshot_2016-02-26-16-08-06_com.buak.Link2SDScreenshot_2016-02-26-14-51-31_com.buak.Link2SD

 

 

 

 

 

 

 

 

Twenty-something guy who live with an Android, breathing internet, suffocated in data, drowning in information.. still trying to keep his head above sea of knowledge.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *